Ada yang sudah pernah berkunjung ke Ratu Boko? Kawasan ini memang sudah sangat familiar bagi sebagian orang karena menjadi tempat bersejarah yang dimiliki bangsa ini. Sudah tak asing lagi Indonesia memiliki sejarah yang menarik untuk di pelajari, hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya prasasti yang berada di kota yogyakarta. Yogyakarta adalah kota penuh sejarah karena di kota ini ada banyak peninggalan-peninggalan kuno yang masih terjaga kelestariannya. Selain itu yogjakarta juga terkenal karena memiliki banyak universitas yang bagus dan orang-orang yang santun, sopan serta wisata kuliner yang sudah dikenal traveller penjuru negeri ini.
Di kota Yogjakarta selain Candi Prambanan dan Malioboro yang dikenal sebagai icon dari kota jogjakarta ternyata masih ada banyak tempat-tempat wisata yang bisa kamu kunjungi loh, salah satunya adalah istana Ratu Boko. Ratu Boko ini deket dengan candi prambanan jaraknya sekitar 3 km ke arah selatan dari Candi Prambanan. Kawasan Ratu Boko berlokasi di atas sebuah bukit dengan ketinggian ± 195.97 mdpl, hal ini sangat menunjang wisatawan yang ingin melihat sunsite yang ciamik. Untuk mengetahui lokasi lebih jelasnya kalian bisa klik maps dibawah ini guys 👇🏻👇🏻👇🏻
Kata sebagian sejarawan sebenarnya situs Ratu Boko ini bukanlah sebuah candi, melainkan reruntuhan sebuah kerajaan. Menurut cerita penjaga di sana, Istana Ratu Boko merupakan situs arkeologi peninggalan yang berbeda dari situs-situs serupa karena ratu boko ini merupakan bekas Komplek istana yang terdiri atas beberapa bagian bangunan yang begitu luas dan megah. Karena lokasinya berada di perbukitan maka banyak wisatawan menjadikannya tempat terbaik untuk menikmati sunset di Jogja. Di area Ratu Boko ini masih banyak tumbuh pepohonan yang masih asri dan terawat yang menjadi point plus bagi wisatawan yang ingin berteduh dari teriknya matahari yang sangat panas di waktu siang. Jika kalian ingin berkunjung ke Ratu Boko sebaiknya mengenakan pakaian yang mudah menyerap keringat karena di Ratu Boko ini sangatlah panas dan sebaiknya kalian mengenakan kacamata hitam apabila berniat untuk menyusuri semua bagian kompleks agar tidak silau. Selain itu Kalian juga harus menyiapkan air mineral untuk bekal pada waktu menyusuri Ratu Boko ini.
Baca Juga 👉🏻 Pantai Bangsring Underwater, Berenang Sama Hiu
Di situs Ratu Boko telah ditemukan sebuah prasasti berangka tahun 792 M yang dinamakan Prasasti Abhayagiriwihara. Isi prasasti tersebut yang mendasari dugaan bahwa Kraton Ratu Boko ini dibangun oleh Rakai Panangkaran. Prasasti Abhayagiriwihara ditulis menggunakan huruf pranagari, huruf itu merupakan salah satu ciri prasasti agama Buddha artinya situs Ratu Boko merupakan peninggalan agama Budha. Karena, Rakai Panangkaran diketahui beragama budha. Hal ini diketahui dengan adanya Arca Dyani Budha Tetapi, Situs ini pun bisa juga disebut dengan situs peninggalan agama Hindu dengan ditemukannya Arca Durga, Yoni, dan Ganesha.
Dalam prasasti itu disebutkan bahwa Raja Tejapurnama Panangkarana, yang diperkirakan adalah Rakai Panangkaran, telah memerintahkan pembangunan Abhayagiriwihara. Nama yang sama juga disebut-sebut dalam Prasasti Kalasan (779 M), Prasati Mantyasih (907 M), dan Prasasti Wanua Tengah III (908 M). Menurut para ahli dibidang arkeolog, kata abhaya berarti tanpa hagaya atau damai, giri berarti gunung atau bukit. Dengan demikian maksud Abhayagiriwihara berarti biara yang dibangun di sebuah bukit yang penuh dengan kedamaian. Pada pemerintahan Rakai Walaing Pu Kombayoni, yaitu tahun 898-908, Abhayagiri Wihara berganti nama menjadi Kraton Walaing. Kraton Ratu Boko yang menempati lahan yang cukup luas tersebut terdiri atas beberapa komplek bangunan. Dan sebagian besar di antaranya saat ini jika kalian melihatnya hanya berupa reruntuhan. Gimana guys penjelasannya, penasarankan dengan wujud Kraton Ratu Boko ini? tenang aja, kalian bisa liat videonya dibawah ini 👇🏻👇🏻👇🏻
Dalam prasasti itu disebutkan bahwa Raja Tejapurnama Panangkarana, yang diperkirakan adalah Rakai Panangkaran, telah memerintahkan pembangunan Abhayagiriwihara. Nama yang sama juga disebut-sebut dalam Prasasti Kalasan (779 M), Prasati Mantyasih (907 M), dan Prasasti Wanua Tengah III (908 M). Menurut para ahli dibidang arkeolog, kata abhaya berarti tanpa hagaya atau damai, giri berarti gunung atau bukit. Dengan demikian maksud Abhayagiriwihara berarti biara yang dibangun di sebuah bukit yang penuh dengan kedamaian. Pada pemerintahan Rakai Walaing Pu Kombayoni, yaitu tahun 898-908, Abhayagiri Wihara berganti nama menjadi Kraton Walaing. Kraton Ratu Boko yang menempati lahan yang cukup luas tersebut terdiri atas beberapa komplek bangunan. Dan sebagian besar di antaranya saat ini jika kalian melihatnya hanya berupa reruntuhan. Gimana guys penjelasannya, penasarankan dengan wujud Kraton Ratu Boko ini? tenang aja, kalian bisa liat videonya dibawah ini 👇🏻👇🏻👇🏻
Oh iya guys untuk masuk ke Ratu Boko, pengelola menyediakan tiket dalam dua kategori yaitu yang pertama adalah kategori reguler yang harganya Rp25.000 udah termasuk parkir tiket ini berlaku mulai buka sampai pukul 03.00 karena setelah pukul jam 03.00 sore maka tiketnya pun akan masuk kategori yang kedua yakni kategori Sunset harganya pun juga lebih mahal dari tiket reguler yang dipatok sebesar Rp100.000. Dari pintu masuk ratu Boko perjalanan untuk ke pintu utama Ratu Boko cukup lumayan jauh karena seperti yang saya tuliskan diatas tadi kawasan ini sangat luas.
Ada beberapa bagian-bagian yang terdapat di wilayah komplek Ratu Boko ini, yang pertama Kompleks di bagian tengah kalian akan melihat gapura utama sebagai pintu masuk kemudian lapangan, kolam, Paseban, dan Candi pembakaran. Di bagian Tenggara meliputi pendopo, beberapa Balai, 3 Candi, kolam dan kompleks Keputren.
Gerbang masuk di kawasan Ratu Boko terletak pada di sisi barat. Gerbang ini letaknya di tempat yang cukup tinggi, sehingga dari tempat parkir kendaraan wisatawan harus melalui jalan menanjak sejauh sekitar 100 m. Pintu masuknya terdiri dari dua gerbang, yaitu gerbang luar dan gerbang dalam. Gerbang dalam, yang ukurannya lebih besar merupakan gerbang utama. Sekitar 15 m berjalan dari gerbang luar berdiri gerbang dalam atau gerbang utama. Gerbang utama ini terdiri atas 5 gapura paduraksa yang bebaris sejajar dengan gerbang luar. Walaupun gerbang dalam ini terdiri atas lima gapura, namun tangga yang tersedia hanya tiga. Namun dua gapura pengapit yang kecil tidak dihubungkan dengan tangga. Tangga naik dilengkapi dengan pipi tangga dengan ukiran ‘ukel’ (gelung) di pangkal dan kepala raksasa di puncak pipi tangga. Dinding luar pipi tangga juga ada ukiran dengan pahatan bermotif bunga dan sulur-suluran.
Ketika sore tiba, biasanya wisatawan berkumpul di lapangan dekat gerbang pintu masuk Ratu Boko mencari spot untuk berfoto mengabadikan datangnya sunset yang indah sambil menikmati makanan dan minuman yang mereka bawa. Ketika ingin berkunjung ke tempat ini saya sarankan agar membawa kendaraan pribadi agar bisa menikmati suasana dan berfoto lebih lama karena takutnya jika kalian tidak menggunakan kendaraan pribadi untuk pulangnya dikhawatirkan tidak ada transportasi menuju ke pusat Yogyakarta terkecuali jika kalian menggunakan travel. Dan mungkin itu sedikit informasi dari saya tentang Keraton Ratu Boko ini, semoga bisa membantu kalian jika kurang jelas silahkan googling aja yaak.. 😅
Baca Juga 👉🏻 Wisata Paralayang Batu, Panorama Siang-Malam Tetap Keren
Jangan lupa untuk mengunjungi juga tempat wisata di Yogya lain dibawah ini ya guys:





0 comments