Berwisata ke kawasan candi sambil hunting? Kenapa
tidak. Berkunjung ke kota Yogyakarta tidak lengkap kalau tidak mengunjungi
tempat – tempat bersejarah karena kota yogya terkenal salah satunya karena situs
peninggalan termasuk candi. Candi yang akan saya informasikan adalah Candi
Sambisari, Ya candi ini merupakan candi yang unik karena keberadaaanya di
kira-kira 6,5 meter lebih rendah dari permukaan tanah yang berbeda dengan
peninggalan candi-candi lain pada umunya. Menurut penjaga candi ini dibangun sekitar
abad ke-9 pada masa pemerintahan Raja Rakai Garung, candi hindu ini sempat
terkubur material vulkanik Merapi. Dan selanjutnya pada tahun 1996 seorang
petani Dusun Sambisari tanpa sengaja menemukan candi yang telah
terpendam berabad-abad ini. Setelah dilakukan proses eskavasi, Candi Sambisari
pun bisa kembali menampilkan sosoknya yang indah dan megah. Candi
Sambisari terdiri dari kompleks candi induk dan 3 candi pewara atau candi
pendamping dengan dikelilingi pagar batu 2 lapis. Untuk memasuki area candi
terdapat 4 pintu masuk. Sepintas lihat Candi Sambisari menyerupai kastil batu
yang terletak di tengah taman. Rumput yang tumbuh teratur di pelataran candi
laksana permadani hijau yang indah. Mau tau penampakannya seperti apa? mungkin video dibawah ini bisa membantu kalian melihatnya 👇🏻 👇🏻👇🏻
Candi Sambisari memang belum cukup terkenal
sebagaimana candi- candi lain yang berada di Yogyakarta, saya pun tidak akan
mengetahuinya jika teman tidak mengajak berkunjung kesini. Maka candi ini
tempatnya cukup tenang, oiyaa di candi ini beberapa kali dijadikan tempat untuk
prewedding loh guys. Karena memang tempatnya itu bersih, rapi dan tiket
masuknya pun sangat murah sekali. Untuk masuk ke Candi Sambisari kalian cukup
mengeluarkan Rp. 3000 untuk tiket masuk dan untu biaya parkir kendaraan Rp 2000
untuk roda 2 dan Rp. 5000 untuk roda 4. Lokasi Candi Sambisari terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani,
Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY. Yang berjarak kira-kira 4 km dari candi
prambanan. Keindahan Candi Sambisari bisa kalian lihat dari atas guys yang
dikelilingi taman yang bertuliskan Candi Sambisari. Karena cuaca di siang hari
sangat panas saya sarankan untuk membawa kaca mata untuk melindungi mata kalian
karena terik matahari begitu menyengat dan biar agak keren lah :D. Dan untuk memudahkan kalian menemukan lokasinya silahkan klik maps di bawah ini 👇🏻 👇🏻👇🏻
Ketika menaiki tangga pintu masuk ke dalam candi
induk kalian akan melihat hiasan berupa makara (hewan ajaib dalam mitologi
Hindu) yang mulutnya sedang menggangga yang didalamnya terdapat seekor singa.
Makara pada candi Ssambisari merupakan evolusi dari bentuk makara di India yang
merupakan perpaduan antara gajah dengan buaya yang ekornya membengkok atau
dengan seekor ikan. Dan setelah melewati anak tangga pintu terakhir masuk candi
induk, kalian akan menjumpai selasar selebar 1 meter dan disekelilingnya
terdapat 3 relung yang masing-masing relung terdapat arca. Selanjutnya di sisi
Utara, terdapat arca Dewi Durga ( istri Dewa Siwa ) dengan
8 tangannya yang semuanya memegang senjata. Sementara itu disisi Timur terdapat
sebuah arca Ganesha (anak Dewi Durga). Dan yang te rakhir
disisi Selatan terdapat arca Agastya dengan aksamala (tasbih) yang
dikalungan di lehernya.
Candi
merupakan peninggalan peradaban nenek moyang yang sangat berharga.
Keberadaannya harus selalu dijaga, baik oleh pihak pengelola dan wisatawan yang
berkunjung ke candi. Karena sudah berusia ratusan tahun maka batu candi sangat
rentan jika sampai terkena bahan kimia. Pembersihan batu candi pun tidak bisa
menggunakan bahan pembersih kimia seperti sabun. Oleh karena itu, kegiatan
vandalisme seperti mencorat-coret candi jelas sangat merugikan. Selain merusak
pemandangan, corat-coretan di candi dapat menghancurkan peninggalan kejayaan
peradaban masa lalu yang penuh dengan nilai history.
Menjaga kelestarian candi-candi yang berada di Indonesia memang
menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah. Namun, sebagai warga negara yang
baik, kita juga bisa turut andil dalam usaha pemeliharaan candi-candi tersebut
dengan tindakan nyata saat kita mengunjunginya misalnya. Sebagian kerusakan
beberapa candi di Indonesia memang disebabkan oleh beberapa faktor seperti
iklim, lumut, bencana alam dan faktor manusia. Indonesia yang merupakan negara
tropis yang hanya memiliki musim hujan dan musim kemarau. Guyuran hujan yang
berkesinambungan akan berakibat mengikisnya permukaan batuan candi, dan
menimbulkan kelembapan sehingga memicu tumbuhnya lumut yang jika dibiarkan akan
merusak batuan candi. Factor bencana alam seperti gunung meletus, atau gempa
yang sering terjadi di Indonesia juga bisa mengancam kelestarian candi-candi di
Negara kita. Tentu kita masih ingat beberapa tahun lalu saat DIY dan Jawa
Tengah terjadi gempa atau gunung meletus (merapi). Goncangan gempa bumi memang
menimbulkan beberapa kerusakan pada candi-candi di DIY dan Jawa Tengah sehingga
pemerintah menutup sementara Candi Prambanan dan Borobudur untuk dilakukan
beberapa perbaikan. Demikian juga saat gunung Merapi meletus. Borobudur yang
demikian megah nyaris tertutup debu vulkanik yang bisa merusak candi.
Pemerintah juga sempat menutup candi kebanggaan kita ini untuk sementara sampai
proses pembersihan selesai.
Dengan
adanya media sosial maka berwisata saat ini tidak bisa dipisahkan dari
aktivitas berfoto. Terlebih ketika mengunjungi candi, keunikan arsitekturnya
jelas merupakan latar belakang berfoto yang bagus. Akan terapi berfoto di
candi tidak bisa dilakukan dengan sesuka
hati pengunjung. Pose berlebihan seperti melompat beramai-ramai atau memanjat
stupa haruslah dihindari karena hal itu bisa merusak candi.
Sebagai
pengunjung yang baik, marilah kita mematuhi peraturan yang berlaku dangan
sopan. Beberapa candi memiliki aturan
yang berbeda, terkadang apa yang diperbolehkan di satu candi belum tentu sama
dengan candi-candi lainnya. Peraturan itu biasanya menyesuaikan dengan situasi
dan kondisi candi. Salah satu contohnya adalah berhubungan dengan daya tahan
candi. Mungkin pengunjung boleh masuk ke candi A karena bangunannya masih
kokoh. Namun ketika berkunjung ke candi B, pengunjung bisa saja dilarang masuk
bangunan candi karena kondisinya rapuh dan rentan.
Jangan lupa untuk mengunjungi juga tempat wisata di Yogya lain dibawah ini ya guys:
- Umbul Ponggok, Wisata Hits di Klaten Jawa Tengah
- Pantai Parangtritis, Pantai Paling Poluler Di Yogyakarta
- Candi Sambisari, Yogyakarta
- Menjauhi Polusi Di Puncak Becici, Yogyakarta





0 comments